Minggu, 19 Oktober 2014

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KONSEP PROBABILITAS
OLEH KELOMPOK 3 :
1.Dyah Eka Wulandari
2.Nova Hadiansyah
3.Novi Ashifa
4.Tiyo Indradi
5.Triana Haryani
4EA01


DEFINISI PROBABILITAS

Probabilitas adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan terjadi. Probabilitas adalah suatu nilai untuk mengukur tingkat kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang tidak pasti.
 Probabilitas suatu kejadian adalah angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Nilainya di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1 adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi. 
 Jadi, Teori probabilitas atau peluang merupakan teori dasar dalam pengambilan keputusan yang memiliki sifat ketidakpastian. 

RUMUS PROBABILITAS
Untuk menghitung probabilitas suatu kejadian adalah dengan cara mencari banyaknya anggota kejadian, dibandingkan dengan banyaknya anggota ruang sampelnya. 

P (A) = X/n

PERCOBAAN, RUANG SAMPLE, TITIK SAMPLE, DAN PERISTIWA
Percobaan adalah proses di mana pengukuran atau observasi dilaksanakan. Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan/kejadian. Titik sampel adalah setiap anggota atau elemen daripada ruang sampel.
Peristiwa adalah himpunan bagian dari ruang sampel pada suatu percobaan, atau hasil dari percobaan yang bersangkutan.


PROBABILITAS BEBERAPA PERISTIWA

PERISTIWA SALING LEPAS (MUTUALLY EXCLUSIVE)
Dua buah peristiwa atau lebih disebut peristiwa saling lepas apabila kedua atau lebih peristiwa itu tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan.
Jika peristiwa A dan B saling lepas, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah :
P (A U B) = P (A) + P (B)
Jika peristiwa A, B, dan C saling lepas, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah:
P ( A U B U C ) = P (A) + P (B) + P (C).
Contoh: 
Sebuah dadu dilemparkan ke atas, peristiwa-peristiwanya adalah :
A = peristiwa mata dadu 2 muncul
B = mata dadu lebih dari 4 muncul
Tentukan probabilitasnya dari kejadian P (A U B) :
P (A) = 1   dan P (B) = 2
                              6                      6
 P ( A U B )  =   1   +   2   =   3
                                           6        6         6

PERISTIWA TIDAK SALING LEPAS (NON-MUTUALLY EXCLUSIVE)
Dua buah peristiwa atau lebih disebut peristiwa tidak saling lepas apabila kedua atau lebih peristiwa itu dapat terjadi secara bersamaan.
Jika peristiwa A dan B tidak saling lepas, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah :
P (AUB) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B)
Jika peristiwa A, B, dan C saling lepas, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah:
P (A U B U C) = P(A) + P(B) + P(C) – P(A ∩ B) – P(A ∩ C) – P(B ∩ C) + P(A ∩ B ∩ C) 

Contoh: Setumpuk kartu bridge yang akan diambil salah satu kartu. Berapa probabilitasnya adalam sekali pengambilan tersebut akan diperoleh kartu Ace atau kartu Diamont ?

Dimisalkan : A = kartu Ace
                    D = kartu Diamont

Maka  P(AUD) = P(A) + P(D) – P(AD)
                          =  4    +   13   -   1
                              52       52      52
                         =    16
                               52

PERISTIWA INDEPENDENT (BEBAS)
Dua peristiwa atau lebih disebut peristiwa saling bebas apabila terjadinya peristiwa yang satu tidak mempengaruhi atau dipengaruhi terjadinya peristiwa yang lainnya.
Untuk dua peristiwa A dan B saling bebas, maka probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah sebagai berikut :
P (AB) = P(A) x P(B)
Untuk tiga peristiwa A, B, dan C saling bebas, maka probabilitas terjadinya  peristiwa tersebut adalah sebagai berikut :
P (ABC) = P(A) x P(B) x P(C)
Contoh :
Dari 100 barang yang diperiksa terdapat 30 barang rusak. Berapa probabilitasnya dalam :
a.             tiga kali pengambilan terdapat rusak 1
b.            empat kali pengambilan terdapat bagus 1
jawab :
dimisalkan  A = bagus
                                    B = rusak

Maka  P(A)  = 0,70    P(B) = 0,30

a.  K3 =  3
        1           
=  P(A ∩A∩B) U P(A ∩B∩A) P(B ∩A∩A)
                              =  0,70 x 0,70 x 0,30  atau 0,70 x 0,30 x 0,70 atau 0,30 x 0,70 x 0,70
 =  0,147  + 0,147 + 0,147 = 0,441

PERISTIWA DEPENDENT (BERSYARAT)
Terjadi jika peristiwa yang satu mempengaruhi/merupakan syarat terjadinya peristiwa yang lain.
Probabilitas bahwa B akan terjadi bila diketahui bahwa A telah terjadi ditulis sbb :
P( B/A)
Dengan demikian probabilitas bahwa A dan B akan terjadi dirumuskan sbb :
P(A∩B) = P(A) x P(B/A)
Sedang probabilitas A akan terjadi jika diketahui bahwa B telah terjadi ditulis sbb :
P (A/B)
Maka probabilitas B dan A akan terjadi dirumuskan sbb :
P (A∩B) = P(B) x P(A/B)


Contoh :

Dua buah tas berisi sejumlah bola. Tas pertama berisi 4 bola putih dan 2 bola hitam. Tas kedua berisi 3 bola putih dan 5 bola hitam. Jika sebuah bola diambil dari masing-masing tas tersebut, hitunglah probabilitasnya bahwa :
a.             Keduanya bola putih
b.            Keduanya bola hitam
c.             Satu bola putih dan satu bola hitam
Jawab
Misalnya A1 menunjukkan peristiwa terambilnya bola putih dari tas pertama dan A2menunjukkan peristiwa terambilnya bola putih di tas kedua, maka :
P(A1 ∩A2) = P(A1) x P(A2/A1) = 4/6 X 3/8 = 1/4

Misalnya A1 menunjukkan peristiwa tidak terambilnya bola putih dari tas pertama (berarti terambilnya bola hitam) dan A2 menunjukkan peristiwa tidak terambilny7a bola putih dari tas kedua (berarti terambilnya bola hitam) maka :
P(A1∩A2) = P(A1) x P(A2/A1)   = 2/6 x 5/8 = 10/48 = 5/24

Probabilitas yang dimaksud adalah :
P(A1∩B2) U P(B1∩A2)  

HARAPAN MATEMATIS
Harapan matematis atau nilai harapan adalah jumlah semua hasil perkalian antara nilai variabel acak dengan probabilitas yang bersesuaian dengan nilai tersebut.
Jika P1, P2…..Pk merupakan probabilitas terjadinya peristiwa maka E1, E2 …….Ek dan andaikan V1, V2…….Vk adalah nilai yang diperoleh jika masing-masing peristiwa diatas terjadi, maka harapan matematis untuk memperoleh sejumlah nilai adalah :
E(V) = P1 V1 + P2V2 + ………Pk Vk

Contoh :
Dalam suatu permainan berhadiah, pihak penyelenggara akan membayar Rp. 180.000,- apabila pemain mendapat kartu Ace, dan akan membayar Rp. 100.000,- apabila mendapoatkan kartu King dari setumpuk kartu bridge yang berisi 52 kartu. Bila tidak mendapatkan kartu ace dan kartu King pemain harus membayar Rp. 45.000,- . berapa harapan matematis pemain tersebut ?

Jawab

E (V)  =  Rp. 180.000 ( 4/52) + 100.000 (4/52) – 45.000 (44/52)
           =  Rp.    16.538,46  =  Rp. 16.500,- 


DISTRIBUSI TEORITIS
Kunci aplikasi probabilitas dalam statistik adalah memperkirakan terjadinya peluang/probabiltas yang dihubungkan dengan terjadinyaperistiwa tersebut dalam beberapa keadaan. Jika kita mengetahui keseluruhan probabilitas dari kemungkinan outcome yang terjadi, seluruh probabilitas kejadian tersebut akanmembentuk suatu distribusi probabilitas.
Macam Distribusi Probabilitas :
1. Distribusi Binomial (Bernaulli). 
Penemu Distribusi Binomial adalah James Bernaullisehingga dikenal sebagai Distribusi Bernaulli.Menggambarkan fenomena dengandua hasil atau outcome. Contoh: peluang sukses dan gagal, sehat dan sakit. Syarat Distribusi Binomial:
·         jumlah trial merupakan bilangan bulat.Contoh melambungkan coin 2 kali, tidakmungkin 2 ½kali.
·         Setiap eksperimen mempunyaiduaoutcome(hasil).Contoh: sukses/gagal,laki/perempuan, sehat/sakit,setuju/tidak setuju.
·         Peluang sukses sama setiap eksperimen.Contoh: Jika pada lambungan pertama peluang keluar mata H/sukses adalah ½, pada lambungan seterusnya juga ½. Jika sebuah dadu, yang diharapkan adalah keluar mata lima, maka dikatakanpeluang sukses adalah1/6, sedangkan peluang gagal adalah 5/6.Untuk itupeluang sukses dilambangkan p, sedangkan peluang gagal adalah (1-p) atau biasa juga dilambangkan q, di mana q = 1-p.

2. Distribusi Normal. 
Dalam mempelajari distribusi Binomial kita dihadapkan pada probabilitas variabel random diskrit (bilangan bulat) yang jumlah trial nya kecil  (daftar binomial), sedangkan jika dihadapkan pada  suatu kejadian dengan p <<< dan menyangkut kejadian yang luas n >>> maka digunakan distribusi Poisson. distribusi Poisson dipakai untuk menentukan peluang suatu kejadian yang jarang terjadi, tetapi mengenai populasi yang luas atau areayang luas dan juga berhubungan dengan waktu.

3. Distribusi Poisson (Gauss). Pada kasus di mana n cukup besar dan p tidak terlalu kecil(tidak mendekati 0,….,1 dilakukan pendekatan memakai distribusi Normal (Gauss). Ditemukan pertama kali oleh matematikawan asal Prancis, Abraham D (1733),diaplikasikan lebih baik lagi oleh astronom asal Ã  Distribusi Normal = DistribusiJerman,Friedrich Gauss Gauss
Sumber:
 asriimmawati.files.wordpress.com/2012/02/teori-kemungkinan.doc
http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22180-BAB%20II.pdf
rogayah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35763/Pertemuan+1.ppt

Minggu, 08 Juni 2014

PENGERTIAN PELAYANAN


Pelayanan merupakan suatu kegiatan yang diberikan seseorang atau suatu perusahaan untuk melayani kebutuhan orang lain. Dengan kata lain, pelayanan merupakan serangkaian kegiatan maupun proses pemenuhan kebutuhan orang lain secara lebih memuaskan berapa produk jasa. Membicarakan soal pelayanan maka tidak jauh hubungannya dengan perusahaan jasa.
Setiap perusahaan jasa memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu mempertahankan produk jasa yang dikelolanya, menciptakan inovasi baru, dapat menarik konsumen, dan tentunya dapat memperoleh laba yang besar. Laba yang besar dapat diperoleh jika perusahaan dapat mengelola bisnis yang mereka jalankan dengan baik. Semua pihak ikut andil dalam memajukan sebuah perusahaan itu sendiri. Salah satunya dengan membiasakan adanya pelayanan terbaik disetiap penjualan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pelayanan dapat dijadikan salah satu tolak ukur pembelian suatu produk jasa oleh konsumen. Dengan adanya pelayanan yang baik maka calon konsumen merasa dihargai, dengan demikian tidak menutup kemungkinanan calon konsumen memutuskan untuk membeli produk jasa yang ditawarkan dan akan menjadi konsumen tetap.
Pada kenyataannya tidak sedikit perusahaan yang meremehkan sistem pelayanan dalam perusahaannya. Terkadang pelayanan yang diberikan tidak memuaskan konsumen, sehingga konsumen beralih ke kompetitor lain. Kejadian demikian sangat merugikan perusahaan yang bersangkutan, karena kehilangan satu konsumen dapat mengurangi beberapa persen pemasukan perusahaan. Dengan adanya kejadian ini, perusahaan harus mengevaluasi kinerja para karyawan agar konsumen tidak beralih. Karena konsumen sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Semakin sedikitnya konsumen, maka akan sedikit pula pemasukan yang didapat. Bukan kerugian saja yang didapatkan, namun kebangkrutanpun dapat terjadi. Sehingga, tidak ada salahnya jika manager perusahaan memberikan motivasi kepada karyawannya, misalnya memberikan bonus jika karyawan yang dipimpinnya dapat meraih omset yang besar.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelayanan sangat penting dan menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah perusahaan. Semakin bagus pelayanan, maka konsumen akan memiliki  pemikiran yang positif terhadap produk jasa tersebut. Dengan adanya konsumen, maka akan adanya pemasukan. Oleh karena itu, konsumen sangat berandil besar atas kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan. Dengan tidak adanya konsumen, maka perusahaan akan mati dan bangkrut. 

Minggu, 04 Mei 2014

KERANGKA PENULISAN



Artikel :

Pengaruh Layanan Pada Penjualan
Layanan atau service merupakan salah satu bagian penting dari perusahaan. Bahkan saking pentingnya, tidak sedikit perusahaan yang memberikan training kepada para karyawan bagian front liner mereka secara berkala untuk meningkatkan layanan kepada konsumen. Kita semua telah menyadari bahwa pengaruh layanan pada penjualan sangat luar biasa. Bahkan persaingan dengan competitor dalam hal harga bisa dimenangkan dengan layanan konsumen yang lebih memuaskan. Apalagi di era sekarang dimana konsumen telah berubah menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Faktor layanan menjadi hal yang sangat diutamakan.

Pengaruh layanan pada penjualan bisa dilihat dari besarnya tingkat penjualan. Bila pelayanan oke, maka secara otomatis nilai penjualan juga oke. Perusahaan yang memperhatikan layanan kepada pelanggannya dan tidak hanya berorientasi pada target pasti akan lebih banyak memiliki pelanggan. Sehingga tanpa disadari target penjualan akan terpenuhi tanpa harus melupakan pemberian layanan yang oke kepada para pelanggan. Dengan memandang pelanggan sebagai manusia yang memang harus dilayani, maka layanan yang kita berikan tidak hanya menyangkut nama perusahaan dan terkait dengan penjualan ataupun pembelian, namun secara tidak langsung kita telah memberikan sebuah kenyamanan kepada para pelanggan kita tersebut.

Pada dasarnya setiap pelanggan, baik itu dari kalangan ekonomi bawah sekalipun cenderung ingin dilayani. Dan layanan yang kita berikan akan menyenangkan untuk dilakukan bila kita melakukannya dengan jujur dan tulus. Ingat, tanpa pelanggan, kita bukan apa - apa. Dengan memiliki pelanggan yang loyal, usaha kita pasti bisa berjalan dengan lancar. Karena tanpa adanya pelanggan yang loyal, aktivitas usaha kita juga harus fokus mendapatkan pelanggan selain harus tetap fokus terhadap target penjualan.

Pengaruh layanan pada pejualan memang tidak bisa dipungkiri lagi. Tingginya kualitas layanan menunjukkan tingginya dedikasi sebuah perusahaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, mengutamakan layanan merupakan sebuah keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap eksis dalam persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini. Besar, terkenal, dan murah saja tidak cukup untuk bisa 'mengikat' pelanggan tetap loyal terhadapa perusahaan kita. Namun bila ditambah dengan faktor layanan yang bagus maka tidak ada alasan lagi bagi para pelanggan untuk meninggalkan kita dan beralih ke kompetitor kita.


Kerangka

Tema : Kualitas Pelayanan
Tujuan : Mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas pelayanan di perusahaan guna 
              mempengaruhi tingkat penjualan
Judul  : Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Penjualan

1. Pengertian
            1.1 Pengertian Pelayanan
            1.2 Pengertian Kualitas Pelayanan
            1.3 Pengertian Penjualan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kualitas pelayanan
            2.1  lima dimensi kualitas pelayanan :
                        a. tampilan fisik (tangible)
                        b. tingkat reliabilitas (reliability)
                        c. daya tanggap (responsiveness)
                        d. empati (empathy)
                        e. assurance (jaminan)
3. Manfaat dari peningkatan kualitas pelayanan tehadap tingkat penjualan
            3.1  Peningkatan pelayanan dan pengaruhnya terhadap loyalitas konsumen
            3.4  Peningkatan pelayanan sebagai modal utama dalam persaingan antar perusahaan
4. Mempertahankan kualitas pelayanan perusahaan
            4.1  Pelatihan kinerja karyawan di setiap divisi secara berkelanjutan (sustainable)
            4.2  Penetapan standardisasi kualitas pelayanan perusahaan

Sumber :
http://www.carapedia.com

Kamis, 20 Maret 2014

BERPIKIR DAN BERNALAR


Proses Berpikir dan Bernalar

Berpikir merupakan proses dimana seseorang menelaah suatu hal. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya yang berjudul Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama maka oleh sebab itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak benar itu pun juga berbeda-beda.
Sedangkan hakekat dari penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang bersifat pengetahuan. Akan tetapi tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan diri pada penalaran (Jujun S. Suriasumantri, 2002:43)
Seperti yang kita ketahui bahwa dengan bernalar kita akan memperoleh kesimpulan yang lurus. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sah apabila proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu yang disebut logika. Logika dapat diartikan sebagai ilmu kecakapan untuk berpikir lurus. Akan tetapi Drs. Heru Suharto, S. Fi. mengatakan dalam bukunya yang berjudul Kesesatan-Kesesatan Dalam Penalaran bahwa untuk sampai pada suatu ketepatan bernalar, terdapat rambu-rambu yang sangat perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesesatan. Jadi dalam menggunakan logika pun kita harus hati-hati karena apabila logika yang digunakan ternyata tidak sesuai dengan rambu-rambu kebenaran yang ada, maka kita hanya akan memperoleh kesimpulan yang salah.
Proses bernalar meliputi beberapa tahap. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
  1. Mengerti, tahap dimana seseorang memahami segala aspek dari objek yang diamati.
  2. Memutuskan, menetapkan kesimpulan sementara berdasarkan fakta-fakta yang ada.
  3. Menyimpulkan, memberikan kesimpulan yang pasti mengenai objek yang diamati setelah fakta-fakta yang ada di uji kembali kebenarannya.
Salah satu contoh sebagai bukti bahwa dengan bernalar kita mampu mengambil kesimpulan yang lurus adalah:
Jika seseorang merasa lapar, maka ia akan melakukan aktifitas yang membuat rasa laparnya hilang. Aktifitas tersebut adalah makan, dan yang dimakan adalah nasi dan lauk-pauknya, bukan pasir atau batu.
Aktifitas yang dilakukan oleh orang tersebut dilakukan setelah dia berpikir dan bernalar dengan logika. Jenis logika yang dia gunakan adalah logika kodratia (secara spontan) dalam hal mengambil tindakan untuk makan, dan logika ilmiah (untuk menghindari kesesatan) dalam hal memilih untuk memakan nasi dan lauk-pauknya daripada memakan pasir dan batu.

Minggu, 29 Desember 2013

PENGARUH STATUS SOSIAL TERHADAP SIKAP SESEORANG


Pada dasarnya setiap manusia dilahirkan sama. Namun,yang membedakan seseorang hanya berdasarkan gender dan status sosial saja. Adakalanya seseorang merasa beruntung karena terlahir dari seseorang yang secara status sosial memiliki penghasilan dan berkehidupan yang lebih dari cukup. Dan sebaliknya, tidak sedikit manusia yang merasa bahwa berkehidupan tidak cukup dan serba kekurangan, sehingga mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan yang layak seperti orang-orang.
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin maju, banyak yang salah menyalahgunakan harta dan tahta. Mereka yang mempunyai banyak uang justru menghambur-hamburkannya dengan bersenang-senang dan membeli barang mewah. Semua kebutuhan anggota keluarga mereka akan dipenuhi dengan mudahnya. Dan seorang anak yang berusia dibawah umur pun juga dapat menikmati fasilitas orang tuanya, sepeti gadget, pakaian mahal, dan kendaraan yang berharga sangat fantastis. Tidak dapat dipungkiri, kebebasan yang diberikan orang tua dapat membawa masalah. Tidak sedikit anak yang berusia dibawah umur diizinkan untuk mengendarai kendaraannya sendiri oleh orang tuanya, yang pada akhirnya berakibat pada kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan tentunya merugikan orang lain.
Sebenarnya kembali ke diri sendiri, bahwa pada dasarnya kita harus bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Jika kita diberi harta yang berlebih maka sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak perlu dihambur-hamburkan. Kita harus ingat bahwa diluar sana banyak orang yang lebih membutuhkan dan ada baiknya jika kita bersedekah. Di balik itu kita juga akan mendapatkan pahala jika memberikannya dengan ikhlas. 

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN MANAGER


Perusahaan merupakan salah satu wadah yang didalamnya terdapat karyawan yang bekerja untuk mendapatkan kompensasi. Biasanya didalam perusahaan terdapat berbagai macam jabatan. Pada dasarnya jabatan tersebut telah disesuaikan dengan kemampuan sang karyawannya itu sendiri. Jabatan yang biasanya terdapat dalam perusahaan mulai dari manager, karyawan tetap, dan staff. Tidak dapat dipungkiri bahwa jabatan manager merupakan jabatan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Karena sang manager yang menghandle semua pekerjaan para karyawannya.
Namun, sering kita temui para manager yang memiliki sikap semaunya,arogan, dan angkuh yang membuat karyawannya tidak nyaman bekerja. Dengan demikian, tidak sedikit karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan karena merasa tidak dihargai dan telah dianggap remeh. Sesungguhnya, tugas manager adalah menghandle pekerjaan para karyawannya dengan memberikan masukan-masukan yang dapat membangun motivasi serta kreatifitas para karyawannya. Karena manager dan karyawan seharusnya mempunyai satu tujuan yang sama yaitu membangun perusahaan agar lebih maju dan berkembang. Dengan demikian, sang manager akan mendapat penghargaan dan para karyawan akan mendapatkan kompensasi, dan jika pekerjaan mereka bagus maka akan naik jabatan.
Perusahaan akan berjalan baik jika orang-orang yang bekerja didalamnya memiliki sikap sportif, jujur, dan bertanggung jawab. Karena dengan sikap sportif maka akan terbangun sikap saling menghargai satu sama lain. Dengan adanya sikap jujur, tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan. Dan jika semua orang berkerja dengan penuh tanggung jawab, maka semua pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tidak akan terbengkalai.

Kamis, 05 Desember 2013

KEPRIBADIAN NILAI DAN GAYA HIDUP


A.      GAYA HIDUP
Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192)adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities), what they consider important in their environment (interest), and what they think of themselves and the world around them (opinions)”.
Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.
Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan jenis kelamin, sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik konsumen.

B.      KEPRIBADIAN DIRI
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan. Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :

Kepribadian yang sehat

·         Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
·         Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
·         Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
·         Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
·         Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
·         Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)

Kepribadian yang tidak sehat

·         Mudah marah (tersinggung)
·         Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
·         Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
·         Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
·         Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
·         Kebiasaan berbohong
·         Hiperaktif
·         Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
·         Senang mengkritik/mencemooh orang lain
·         Sulit tidur
·         Kurang memiliki rasa tanggung jawab

Faktor-faktor penentu kepribadian :

·         Faktor keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor 
keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.

 

·         Faktor Lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuknorma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain

                        Sumber :